Berita

Belum Balik Nama Sertifikat? Ini yang Harus Anda Lakukan!

19 November 2013 - Artikel

Membeli rumah dengan cara oper kredit bukan berarti tanpa masalah, sekalipun Anda membelinya di perumahan dari salah satu grup pengembang besar. Masalah sertifikat dan balik nama, misalnya.

Masalah paling sering terjadi adalah ketika pembeli rumah menanyakan kepada bank pemberi kredit atau cicilan mengenai sertifikat miliknya yang tak kunjung ke tangannya sebagai pembeli. Berulang kali menanyakan ke bank, berulang kali pula pertanyaannya dijawab bahwa sertifikat belum dipecah. Maksud hati, jika sudah ada sertifikatnya, si pembeli ingin segera balik nama. Walaupun angsuran baru berjalan 3 tahun dari total 15 tahun waktu cicilan, misalnya, sertifikat hanya tinggal harapan. Bagi Anda, misalnya, yang punya masalah serupa, untuk memperoleh gambaran jelas mengenai hal itu kiranya perlu mengetahui urutan pelaksanaan transaksi jual beli rumah yang biasanya dilakukan pengembang. Urutan itu meliputi:

- surat pemesanan
- pembayaran uang muka
- pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
- penandatanganan Akad kredit bank
- penandatanganan Akta Jual Beli (setelah bangunan rumah selesai) di hadapan Notaris/PPAT;

- Pemecahan sertifikat induk dan balik nama ke atas nama masing-masing pembeli. Melihat kronologis masalah di atas, sepertinya kondisi saat ini pihak pengembang telah menyelesaikan pembangunan rumah dan bangunan rumah sudah diserahterimakan. Akan tetapi, Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Notaris/PPAT belum dilaksanakan sehingga belum bisa dilakukan pemecahan sertifikat induk dan balik nama atas nama masing-masing pembeli.

Untuk itu, beberapa hal bisa Anda lakukan adalah:

- Sebaiknya terlebih dahulu mempelajari isi ketentuan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang mengatur kapan dan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar dapat dilakukan Akta Jual Beli tersebut.
- Meminta konfirmasi tentang hal tersebut kepada pengembang, baik secara lisan maupun tertulis.

- Sebagai pembeli, Anda tidak perlu khawatir karena dalam permasalahan ini posisi hukum Anda cukup aman. Dalam perjanjian kerjasama antara pengembang dengan bank pemberi KPR telah diatur batas waktu penyelesaian pemecahan sertifikat induk dan balik nama sertifikat atas nama masing-masing pembeli. Konsekuensinya, pengembang baru menerima 100 persen dana KPR dari bank yang bersangkutan jika telah berhasil menyelesaikan pemecahan dan balik nama sertifikat ke masing-masing pembeli. Dengan demikian sebenarnya kondisi tersebut (sertifikat belum dipecah) merugikan pihak pengembang. Nah, semoga bermanfaat! sumber (kompas.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dapatkan eBOOKs persyaratan mengurus sertifikat tanah

Masukkan nama dan email anda

Name:

Email:

(#3317 views)

  Kirim ke Teman   Cetak halaman ini   Posting komentar  Share on Facebook

comments powered by Disqus

Komentar Untuk Berita Ini (0)

LAYANAN KAMI

JasaMengurusTanah.com terbentuk adalah turut serta dalam program pemerintah indonesia dalam pendaftran Pengukuran tanah sehingg diharapkan administrasi pertanahan akan semakin baik dan bidang tanah wilayah NKRI terdaftar semua sehingga ketika  di butuhkan informasi akan lebih cepat akurat. mengingat pendaftaran tanah indonesia baru sekitar kurang lebih 60 persen yang sudah di adakan ...

Layanan Lain

AGENDA

May 2017
MSSRKJS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
      Copy & Paste code dibawah pada halaman Web anda

      Silahkan Kontak kami dengan mengisi BUKU TAMU